Analisis Puisi "IJINKAN" karya Amir Maruf



"IJINKAN"

karya : Amir Maruf


"Ijinkan aku datang mengetuk pintu yang lama kau jaga
lalu persilahkan aku masuk agar kau bisa mengenalku apa adanya
Jika ada pengharapan baik yang terbangun, maka biarkan mengalir kemuaranya
Dan mohonkan agar Allah SWT yang menjaga supaya tak pecah
seperti sebelum-sebelumnya

Ijinkan aku minta
Agar kau tak menanggung beban perjalan itu sendiri selamanya
Ada bahu tempat kau sandarkan dukalara
Ada telinga tempat kau bercerita
Ada hati tempat kau membagi bahagia
Dan semoga Allah SWT sampaikan mimpi kebersamaan itu menjadi
nyata

Ijinkan aku menua bersamamu
Mensenyumi hari-hari yang melambat karena pilu
Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu

Ooo kau tau
Bahwa yang dinanti dunia dari pohon iman kita adalah rasa manis
buahnya
Maka ijinkanlah.....
Aku menempatkan namamu dihatiku selekas-lekasnya"

Sumber :


Analisa :

A. PENGERTIAN CINTA KASIH

Dari puisi karya Amir Maruf ini, penyair menggambarkan bahwa ia ingin mencintai seseorang yang telah ia sukai namun belum berjodoh, terdapat dalam bait :

"Ijinkan aku datang mengetuk pintu yang lama kau jaga
lalu persilahkan aku masuk agar kau bisa mengenalku apa adanya"

B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

Dalam Ajaran agama terdapat juga cinta terhadap sesama manusia, penyair juga membuat tokoh dalam puisi ini jatuh cinta kepada lawan jenisnya, dia juga berharap agar Tuhan mau menjaga seseorang yang ia cintai dan bisa di berjodoh, terdapat dalam bait :

"Jika ada pengharapan baik yang terbangun, maka biarkan mengalir kemuaranya
Dan mohonkan agar Allah SWT yang menjaga supaya tak pecah
seperti sebelum-sebelumnya"

C. KASIH SAYANG

Dalam puisi ini, penyair mengungkapkan rasa kasih sayang dan cintanya pada seseorang yang mungkin saja jodohnya, terdapat dalam bait :

"Ijinkan aku minta
Agar kau tak menanggung beban perjalan itu sendiri selamanya
Ada bahu tempat kau sandarkan dukalara
Ada telinga tempat kau bercerita
Ada hati tempat kau membagi bahagia"

D. KEMESRAAN

Dalam puisi karya Amir Maruf yang saya analisis, tidak terdapat kemesraan dalam puisi ini. Itu dikarenakan penyair yang menggambarkan belum mempunyai hubungan resmi dengan seseorang yang telah ia cintai itu, jadi tidak nampak kemesraan apa terjadi antara pasangan pria dan wanita tersebut.

E. PEMUJAAN

Dalam puisi yang saya analisi ini, tidak terdapat sama sekali unsur pemujaan dalam puisi ini. Penyair hanya mengungkapkan perasaan dan rasa cinta pria dalam puisi kepada seseorang wanita yang ia cintai.


F. BELAS KASIHAN

Berdasarkan puisi karya Amir Maruf tersebut mungkin ada kalimat memohon kepada sang Pencipta agar bisa dikabulkan keinginannya, bukan terlihat kearah Berbalas Kasihan. Terdapat dalam bait :

"Dan mohonkan agar Allah SWT yang menjaga supaya tak pecah
seperti sebelum-sebelumnya"
"Dan semoga Allah SWT sampaikan mimpi kebersamaan itu menjadi
nyata"

G. CINTA KASIH EROTIS

Dalam isi puisi karya Amir Maruf tersebut, tidak nampak sama sekali unsur Cinta Kasih Erotis atau keintiman.

Sekian analisis puisi dari saya, apabila kesalahan penulisan, kata dan kalimat yang membuat pembaca tersinggung, penulis memohon maaf. Penulis sadar akan kekurangan dan jauh dari kata kesempurnaan, untuk itu penulis juga membuka kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan kelancaraan di artikel dan tugas berikutnya.

Johan


Daftar Pustaka

Nugroho, Widyo dan Muchji, Achamad. (1991). Ilmu Budaya DasarJakarta: Univesitas Gunadarma


Komentar

Postingan Populer