Pertemuan ke-3 Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar
Kependudukan dan Masyarakat.
Yoo pace mace gimana kabar kam semua, sehat - sehat toh? Kali ini saya mau sedikit membahas tentang materi yang telah saya pelajari pada mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pertemuan ke-3 yang dibimbing oleh Ibu Pipit Fitriyah, S.I.KOM., MM.
Pada pertemuan kali ini Ibu Pipit meembawakan materi tentang "Penduduk dan Masyarakat", namun pada pertemuan ini Ibu Pipit baru membahas tentang Penduduk. Materi tentang Masyarakat akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Pada pembahasan kali ini mengenai pertumbuhan penduduk yang sangat pesat dan masalah yang ditimbulkannya.
Apa sih itu penduduk? Dilansir dari KBBI penduduk adalah orang atau orang - orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negeri, pulau dan sebagainya). Padatnya penduduk pada suatu daerah tentunya menimbulkan masalah dan dampak, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif seperti meningkatnya suatu produksi baik itu industri dll, generasi muda yang diyakini sebagai penerus bangsa, selain itu terdapat pula dampak negatif yang timbul karena penduduk yang padat yakni, kurangnya Sumber Daya Manusia yang kurang mumpuni, tidak produktif dan kurang daya saing sehingga menyebabkan pengganguran. Tentunya angka kriminalitas juga melonjak naik.
Adapun beberapa usaha yang dilakukan yang diharapkan dapat mengatasi Masalah padatnya penduduk dalam suatu daerah, usaha itu antara lain :
- Menyeimbangkan jumlah penduduk, menjalankan program KB
- Konsumsi sumber alam dan pembangkitan polusi harus dikurangi
- Penyelenggaraan, pemerataan pendidikan serta pengadaan fasilitas kesehatan
- Peningkatan produksi bahan pangan
- Transmigrasi
| Daerah Transmigrasi sumber : http://esqnews.id/uploads/images/5df1a1594de00.jpg |
Pada sesi pertanyaan saya menanyakan tentang Transmigrasi, transmigrasi juga merupakan salah satu contoh program yang diharapkan dapat menekan dan menurunkan padatnya penduduk. Pengertian transmigrasi sendiri yakni pemidahan penduduk dari daerah padat ke daerah yang tidak atau kurang padat. Namun pada kenyataannya justru lebih banyak terjadi Urbanisasi daripada transmigrasi. Padahal daerah yang kurang penduduk seperti Papua memiliki beberapa keunggulan seperti Sumber Daya Alam yang melimpah ruah, lokasi geografis yang ideal serta masih banyak peluang pekerjaan dan usaha yang dapat dibangun.
Adapun stigma atau pemikiran yang timbul dari para penduduk padat yang enggan untuk bermigrasi ke pulau kurang penduduk, seperti kurangnya SDM didaerah kurang penduduk, ketidakcocokan dengan daerah tujuan migrasi, harus mulai dari awal, kurangnya sarana dan prasarana serta keamanan yang masih diragukan diwilayah Papua. Akhir kata, saya berharap pemerintah bisa mengatasi permasalahan padatnya penduduk, serta bisa memberi solusi yang terbaik untuk pemerataan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Sekian dari saya, apabila ada salah kata dalam penulisan dan tedapat kata - kata yang menyinggung pembaca sekalian, saya mohon maaf. Terimakasih!
Penulis
Pembahasanmu lumayan menarik Jo, semangat!
BalasHapus