Masalah Sosial di Lingkungan Sekitar
Apakah diantara kalian ada yang pernah melihat orang - orang yang mabuk di pinggir jalan atau fasilitas umum lainnya?, Mungkin jarang yah. Tapi di daerahku, setidaknya ada 1 - 3 orang mabuk di tempat umum setiap harinya. Kecaduan Alkohol atau mabuk juga tergolong dalam masalah sosial.
Untuk itu saya akan membahas sedikit apa sih itu masalah sosial? Dilansir dari kembikbud.go.id
masalah sosial merupakan kondisi yang tidak di inginkan ada di dalam masyarakat karen dapat mengganggu ketenteraman masyarakat dan diperlukan adanya tindakan sebagai hasil dari kesepakatan bersama untuk mengatasinya atau memperbaikinya.
Masalah sosial dianggap sebagai persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang bersifat immoral, berlawanan dengan hukum yang bersifat merusak. Masalah-masalah sosial tidak akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran - ukuran masyarakat mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
Dampak kecanduan alkohol atau mabuk adalah hal yang serius untuk ditanggapi, jika dibiarkan terus-terusan tentu akan menimbulkan masalah baru lainnya, contoh: Pecandu Alkohol ketika mereka sedang dalam kondisi mabuk berat, mereka bisa saja tanpa sadar melukai orang disekitarnya terlebih mereka melukai diri mereka sendiri dengan menjadi pencandu alkohol atau mabuk. Kehadiran mereka tentu saja membuat sebagian masyarakat risih dan takut.
Adapun beberapa solusi yang telah saya rangkum, beberapa diantara sebagai berikut :
1. Di amankan oleh petugas keamanan
Ini merupakan cara yang cukup ampuh karena tidak ada yang tau apakah pecandu alkohol ini bisa menyerang masyarakat atau tidak, jadi petugas keamanan sangat cocok karena di bekali oleh pertahanan, dsb.
2. Konseling / Pembinaan
baik secara pribadi maupun dengan bergabung ke dalam kelompok konseling, dapat membantu pasien memahami masalah kecanduannya.
3. Detoksifikasi
Pasien kecanduan alkohol umumnya disarankan untuk menghentikan konsumsi alkohol secara bertahap. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat pasien perlu untuk menghentikan konsumsi alkohol secara total atau langsung, misal menderita gangguan pada hati, penyakit jantung dsb.
4. Terapi obat-obatan
Jika dibutuhkan, dokter akan meresepkan obat-obatan, seperti naltrekson, akamprosat, atau disulfiram, untuk membantu proses pemulihan kecanduan alkohol.
5. Perubahan gaya hidup
Perubahan gaya hidup merupakan langkah yang penting dalam mengatasi kecanduan alkohol. Dalam hal ini, pasien perlu mulai menerapkan gaya hidup sehat, seperti dengan beristirahat cukup dan berolahraga.
6. Menghentikan / mendenda peredaran alkohol
Pemerintah Papua akan bekerjasama dengan instansi terkait dalam melakukan pengawasan terhadap pelarangan kegiatan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol. Melaksanakan Perda Provinsi Papua nomor 15 Tahun 2013 tentang miras. Dan yang terakhir, sejak penandatanganan pakta integritas ini, maka semua kegiatan dalam bentuk produksi, distribusi, dan penjualan minuman beralkohol di Provinsi Papua tidak berlaku.
Nah dari informasi diatas kamu sebagai pembaca harus memahami masalah sosial yang terjadi di sekitaran lingkungan tempat saya tinggal. Adapun pesan dari saya untuk tidak mengonsumsi alkohol, dilihat dari dampak yang ditimbulkab sangatlah berbahaya baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Ingat Torang punya keluarga di rumah, Sayangi Ko Pu Diri, Lindungi Ko Pu Keluarga!
Teluk Bintuni, Papua Barat
Johan
Komentar
Posting Komentar