Pertemuan ke-4 Mata Kuliah Ilmu Sosial Dasar

 KEBUDAYAAN


    Hai guys, ketemu lagi dengan saya Johan. Kali ini saya mau membahas sedikit materi "Kebudayaan" yang kemarin di bahas pada pertemuan ke-4 dengan pematerinya yaitu Ibu Pipit Fitriyah. Untuk pembahasan kali ini mungkin saya hanya akan membahas tentang apa sih itu budaya, norma-norma yang mempunyai kekuatan mengikat berbeda, serta budaya-budaya apa saja yang ada di Tanah Papua, penasaran? Yuk masuk ke pembahasannya.

PEMBAHASAN

Apa sih itu Budaya ?

Kebudayaan (sansekerta=budhayah, bentuk jamak dari budhi/ akal) yaitu hasil budi atau akal manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup.

Kebudayaan menurut E.B.Tayor dalam buku “Primitive culture” adalah komplikasi atau jalinan keseluruhan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keagamaan, hukum, adat istiadat serta kenyataan dan kebiasaan lain yang dilakuakan manusia sebagai anggota masyarakat.

Norma-norma apa saja yang mempunyai kekuatan mengikat berbeda ?

Untuk membedakannya, maka norma sendiri di bagi menjadi 4 pengertian yaitu :

1. Cara / Usage Merupakan suatu perbuatan individu dengan individu lainnya dalam hubungan bermasyarakat. Mempunyai kekuatan mengikat lemah karena penyimpangan terhadapnya tidak mengakibatkan hukuman yang berat, tetapi hanya sekedar celaan saja. Misalnya cara orang minum (ada yang mengeluarkan suara ada yang tidak).


2. Kebiasaan (folkways) Adalah perbuatan yang dilakukan berulang-ulang dan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih besar dibanding usage. Pelanggaran dari kebiasan ini akan mengakibatkan orang dianggap menyimpang dari kebiasaan umum dalam masyarakat. Contoh, menghormati orang yang lebih tua.

3. Tata kelakuan / Mores Adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam masyarakat yang diterima sebagai nama-nama pengatur dalam masyarakat itu (Mac. Iver & H. Page) Berperan sebagai alat pengawas, pemaksa untuk melarang sesuatu kepada anggota masyarakat supaya menyesuaikan perbuatan-perbuatan dengan tata kelakuan tersebut.


4. Adat kebiasaan / Custom Terjadi dari tata kelakuan yang kuat integrasinya dengan pola perikelakuan masyarakat. Mempunyai sanksi berat bagi anggota masyarakat yang melanggar adat kebiasaan ini. Misal hukum adat yang melarang bercerai antara suami dan istri.

Adat dan Kebudayaan yang ada di Tanah Papua

    Provinsi di timur Indonesia ini selalu menyuguhkan keindahan alam dan budaya yang memesona bagi kamu seorang petualang, tidak heran banyak sekali orang yang ingin pergi hanya untuk sekadar menjelajahi keindahan serta budaya yang beragam, Papua akan selalu menjadi permata di timur Indonesia untuk dijelajahi lebih dalam, senyum tulus yang terukir manis di bibir masyarakat Papua akan menyambutmu seketika ketika kamu mengunjungi pulau ini. Adat dan Kebudayaan papua juga sangat unik dan khas, sehingga menjadikannya keindahan tersendiri serta sebuah identitas kebudayaan suatu daerah. Adat dan Budaya di Papua antara lain :

1. Suku di Papua dan Papua Barat

    Papua memiliki beragam suku yang tersebar, di Papua Barat terdapat 466 suku, dan di Papua sendiri terdapat kurang lebih 800 suku. Setiap suku memiliki seni budaya, tradisi, adat-istiadat dengan keunikannya masing-masing. Dari 466 suku di Papua Barat, suku yang paling terkenal yaitu : Suku Arfak, Asmat, Bauzi, Dani, Ekari, Fayu, Kombay, Koroway, Koteka, Lani, Matbat, Marind, Mek, Moni, Sawi, Wolani, Yali, Wamesa. Lalu ada 800 suku dipapua dengan suku yang paling terkenal yaitu : Suku Abelam, Angu, Baining, Baruya, Bilibil, Chambri, Enga, Etoro, Fore, Gadsup, Gogodala, Haroli, Hewa, Huli, Iatmul, Kaluli, Kwoma, Koteka, Maisin, Mian, Min, Motuan, Mundugumor, Ogea, Orokaiva, Sambia, Swagap, Tairora, Takia, Telefol, Tolai, Tsembaga, Urapmin, Wiru, Wopkaimin, Yimas, Zia.

Suku Asmat
Source :
https://gambar-suku-asmat.jpg



2. Rumah Adat di Papua

    Rumah adat Honai adalah rumah Papua yang menjadi tempat tinggal suku Dani. Pada umumnya Honai dihuni oleh laki-laki dewasa. Nama rumah adat ini berasal dari kata “hun” yang berarti laki-laki dan “ai” berarti rumah. Honai ini bisanya ada di sekitar lembah dan pegunungan. Dinding nya terbuat dari kayu, atapnya dari jerami yang berbentuk kerucut, sekilas seperti jamur.

Rumah Adat Honai
Source :
https://imujio.com/wp-content/uploads/2019/12/Ruamh-Honai.jpg

3. Upacara Potong Jari

    Tradisi potong jari ini terjadi di papua, kesedihan saat telah ditinggal pergi oleh orang yang dicintai dan kehilangan salah satu anggota keluarga sangat perih. Berlinangan air mata dan perasaan kehilangan begitu mendalam. Terkadang butuh waktu yang begitu lama untuk mengembalikan kembali perasaan sakit kehilangan dan tak jarang masih membekas dihati. Lain halnya dengan masyarakat pegunungan tengah Papua yang melambangkan kesedihan lantaran kehilangan salah satu anggota keluarganya yang meninggal tidak hanya dengan menangis saja. Melainkan ada tradisi yang diwajibkan saat ada anggota keluarga atau kerabat dekat seperti; suami,istri, ayah, ibu, anak dan adik yang meninggal dunia.

Adat Potong Jari
Source :
https://adat-potong-jari.jpg

4. Tari Yospan

    Tari ini merupakan kepanjangan dari yosim pancar. Yosim pancar adalah tarian pergaulan yang sering dibawakan oleh para pemuda papua sebagai bentuk persahabatan. Tarian ini adalah suatu penggabungan dua tarian dari rakyat Papua, yakni tari yosim dan tari pancar. Yosim adalah tarian yang sangat mirip dengan poleneis dari dansa barat. Tarian ini berasal dari daerah papua (Sarni) daerah pesisir utara Papua. Sementara pancar tari yang berkembang di Biak Numfor dan Manokwari pada awal 1960-an.

Tari Yospan
Source : 
https://tari-yospan-papua.jpg

    Sekian dari saya, apabila ada salah kata dalam penulisan dan terdapat kata - kata yang dapat menyinggung pembaca sekalian, saya mohon maaf. Terimakasih :), sampai jumpa di artikel selanjutnya!


Johan



DAFTAR PUSTAKA

Modul, Materi 3 - Perkembangan dan Kebudayaan





Komentar

Postingan Populer