Amir Maruf Memberitahu Unsur Keindahan Kepada Kita Melalui Puisi Berjudul Ijinkan

  Abstrak


Tujuan dari menganalisis puisi ini adalah untuk mengetahui hubungan antara manusia dan keindahan yang terkandung dalam salah satu puisi karya Amir Maruf berdasarkan materi Manusia dan Keindahan. Metode yang digunakan adalah analisis konten atau analisis isi, analisis isi secara umum diartikan sebagai metode yang meliputi semua analisis mengenai isi teks dalam hal ini adalah puisi "Ijinkan" karya Amir Maruf. Sampel puisi yang saya analisis ini adalah puisi berjudul "IJINKAN", puisi ini terdapat dalam buku "Pertemuan Yang Dinanti : Kumpulan Sajak karya Amir Maruf. Cara yang dipakai untuk menganalisis puisi adalah menggunakan Buku Ilmu Budaya Dasar Bab. 5 Manusia dan Keindahan. Hasil analisis yang saya dapat dari puisi "Ijinkan" adalah memiliki beberapa keterkaitan dengan materi Manusia dan Keindahan diantaranya : 1). Unsur keindahan berarti indah, elok, molek, dsb, bisa juga berupa pemandangan alam. Dalam puisi karya Amir maruf unsur keindahan yaitu "Melawati senja - senja jingga", 2). Unsur keindahan identik kebenaran dalam puisi Amir Maruf berupa pemandangan alam yang bisa dijelaskan dan dibuktikan, jadi termasuk dalam unsur ini, 3). Pada unsur apa itu keindahan ?, saya hanya dapat menemukan tentang keindahan pemandangan alam yaitu senja, 4). Unsur keindahan yang dikemukakan oleh The Liang gie dalam bukunya "Garis besar estetika" dalam puisi karya Amir Maruf tidak ditemukan, 5). Unsur keindahan dalam arti luas yang dikemukakan oleh  Plato, Aristoteles, dan Plotinus bisa berupa keindahan seni, seni menurut saya yang termasuk adalah karya sastra berupa puisi, seperti puisi "Ijinkan" karya Amir Maruf ini", 6). Unsur keindahan dalam arti estetis murni tidak dapat ditemukan didalam puisi karena tidak mengandung tentang pengalaman estetis penyair,  7). unsur keindahan dalam arti terbatas dalam puisi ini hanya sedikit yaitu menggambarkan keindahan berupa bentuk dan warna berupa senja-senja jingga, 8). Nilai estetik menurut The Liang gie tidak dapat ditemukan dalam puisi yang saya analisis, 9), Unsur estetis yang dapat menarik minat seseorang terdapat dalam puisi karya Amir Maruf yaitu penyair tertarik pada orang yang ia sukai, 10). Unsur nilai ekstrinsik yaitu nilai yang bersifat membantu, puisi karya Amir Maruf yang saya analisis membantu para pejuang cinta agar semangat mengejar orang yang dicintai, 11). Unsur komtemplasi dan ekstansi merupakan sesuatu yang indah, keindahan itu membuat orang yang melihat, mendengar menjadi tertarik, seperti halnya saya tertarik untuk menganalisis puisi karya Amir Maruf ini, 12). Pada  puisi yang saya analisis tidak terdapat pendapat tentang apa sebab manusia menciptakan keindahan, 13). Unsur keindahan menurut pandangan romantik dalam puisi yang saya analisis yaitu bait-bait dalam puisi ini yang menggambarkan kisah romansa penyair yaitu rasa cinta penyair terhadap orang yang ia sukai, 14). Unsur renungan tidak dapat ditemukan pada puisi yang saya analisis, 15). Pada unsur teori pengungkapan penyair mengungkapkan perasaan rasa kasih sayang kepada orang yang ia cintai yaitu : "Ooo kau tau, Bahwa yang dinanti dunia dari pohon iman kita adalah rasa manis", 16). Pada puisi karya Amir Maruf yang saya analisis tidak terdapat unsur yang memuat pendapat tentang teori metafisik, 17). Pada unsur teori psikologis, didalam puisi yang saya analisis tidak memuat pendapat tentang teori tersebut, 18). Pada unsur kerasian tentang kecocokan, kena benar, sesuai tidak terdapat pada puisi yang saya analisis. Kesimpulan yang saya dapatkan setelah menganalisis puisi "Ijinkan" karya Amir Maruf adalah puisi yang memuat perjuangan romansa penyair dengan orang yang ia cintai, puisi karya Amir Maruf ini hanya sedikit unsur Keindahan yang ada dalam puisi ini. Pada puisi yang saya analisis menggunakan materi Bab. 5 Manusia dan Keindahan ada beberapa yang berkaitan dan tidak berkaitan dengan unsur - unsur dalam materi Manusia dan Keindahan.



"IJINKAN"


Karya :  Amir Maruf

"Ijinkan aku datang mengetuk pintu yang lama kau jaga
lalu persilahkan aku masuk agar kau bisa mengenalku apa adanya
Jika ada pengharapan baik yang terbangun, maka biarkan mengalir kemuaranya
Dan mohonkan agar Allah SWT yang menjaga supaya tak pecah
seperti sebelum-sebelumnya

Ijinkan aku minta
Agar kau tak menanggung beban perjalan itu sendiri selamanya
Ada bahu tempat kau sandarkan dukalara
Ada telinga tempat kau bercerita
Ada hati tempat kau membagi bahagia
Dan semoga Allah SWT sampaikan mimpi kebersamaan itu menjadi
nyata

Ijinkan aku menua bersamamu
Mensenyumi hari-hari yang melambat karena pilu
Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu

Ooo kau tau
Bahwa yang dinanti dunia dari pohon iman kita adalah rasa manis
buahnya
Maka ijinkanlah.....
Aku menempatkan namamu dihatiku selekas-lekasnya"

Analisa :

A. KEINDAHAN

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, wama, dan sebaginya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

"Ijinkan aku menua bersamamu
Mensenyumi hari-hari yang melambat karena pilu
Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu"

Dalam puisi karya Amir Maruf yang saya analisis ini, saya menemukan unsur keindahan yaitu penyair ingin mensenyumi hari - hari yang melambat karena pilu dan melewati indahnya senja - senja jingga bersama orang yang dicintainya.

Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasamya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.

"Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu"

Keindahan identik dengan kebenaran, dalam puisi karya Amir Maruf yang saya analisis terdapat bait yang menerangkan tentang senja - senja jingga. " Dilansir dari sains.kompas.com "dijelaskan bahwa memang benar ketika mulai senja langit berwarna orange keemasan/ jingga".

Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

a.  APAKAH KEINDAHAN ITU ?

Sebenamya sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi. Jadi, sulit bagi kita jika berbicara mengenai keindahan. tetapi jelas bagi kita jika berbicara mengenai sesuatu yang indah. Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam, tubuh yang molek, film, nyanyian.

Dalam puisi yang saya analisis untuk unsur keindahan sangat sedikit, hanya nampak pada bait yang sama tentang pemandangan alam yaitu dalam bait :

Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu"

Menurut The Liang Gie dalam bukunya "Garis besar estetika". Menurut asal katanya. dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata "beutiful" dalam bahasa Perancis "beau", sedang Italia dan spanyol "bello" berasal dari kata latin "bellum". Akar katanya adalah "bonum" yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi "bonellum" dan terakhir diperpendek sehingga ditulis "bellum

Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat unsur keindahan yang dikemukakan oleh The Liang Ghe.

Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni :

a) keindahan dalam arti yang luas

b) keindahan dalam arti estetis mumi

c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagi sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya 'symmetria' untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur ) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

keindahan seni

keindahan alam

keindahan moral

keindahan intelektual

Pada puisi yang saya analisis, puisi ini termasuk ke dalam keindahan dalam arti luas yang dikemukakan oleh Plato, Aristoteles, dan Plotinus dikarenakan termasuk ke dalam keindahan seni yaitu karya sastra puisi.

Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan wama.

Pada puisi yang saya analisis tidak terdapat pendapat tentang unsur keindahan dalam arti estites murni yang menyangkut tentang pengalaman estetis penyair. Sedangkan untuk unsur keindahan dalam arti terbatas yang menyangkut tentang keindahan berupa bentuk dan warna terdapat dalam bait :

"Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu"

b. NILAI ESTETIK

Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. 

Pada puisi yang saya analisis, tidak terdaapt unsur nilai estetik seperti nilai moral, ekonomik, pendidikan, dsb yang disampaikan oleh The Liang gie.

Masalahnya sekarang ialah: apakah nilai estetik itu ? dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :

"The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group". ( kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).

Dalam puisi yang saya analisis, terdapat unsur nilai estetik yang sifatnya dapat menarik minat seseorang yaitu tentang cinta, rasa cinta penyiar yang tertarik dengan orang yang ia sukai, terdapat dalam bait :

"Ijinkan aku datang mengetuk pintu yang lama kau jaga
lalu persilahkan aku masuk agar kau bisa mengenalku apa adanya
Jika ada pengharapan baik yang terbangun, maka biarkan mengalir kemuaranya"

Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contoh :

(1) puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.

(2) Tari, tarian Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya.

Tarian itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.

Unsur dari nilai ekstrinsik yaitu nilai yang bersifat membantu, puisi yang saya analisis termasuk ke dalam nilai ekstrinsik karena penyair ingin membantu pada pembaca agar dapat berjuang dalam hal mencari cinta.

c. KONTEMPLASI DAN EKSTANSI

Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat, mendengar. Bentuk diluar diri manusia itu berupa karya budaya yaitu karya seni lukis, seni suara, seni tari, seni sastra, seni drama dan film, atau berupa ciptaan Tuhan misalnya pemandangan alam, bunga warna-wami, dan lain-lain.

Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong utuk merasakan, menikmati keindahan. Karena drajad kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda. Mungkin orang yang satu mengatakan karya seni itu indah, tetapi orang lain mengatakan karya seni itu tidak/kurang indah, karena selera seni berlainan.

Dalam puisi yang saya analisis ini terdapat unsur komtemplasi dan ekstansi karena puisi ini dapat memikat orang agar mau melihat dan mendengar, serta mendorong orang untuk merasakan dan menikmati keindahan karya sastra seperti bait - bait dalam puisi, contohnya bait :

"Ijinkan aku minta
Agar kau tak menanggung beban perjalan itu sendiri selamanya
Ada bahu tempat kau sandarkan dukalara
Ada telinga tempat kau bercerita
Ada hati tempat kau membagi bahagia"

d. APA SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?

Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Bila ada pemain drama yang berlebih-lebihan; misalnya marah dengan meluap-luap padahal masalahnya kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tidak berharga kemudiah menangis meraung-raung, itu berarti tidak indah.

Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati. 

Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat pendapat tentang apa sebab manusia menciptakan keindahan

e. KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK

Dalam buku AN Essay on Man (1954), Ems Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa pemah selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats (1795-1821) sebagai pegangan. Dalam Endymion dia berkata :

A thing of beuty is a joy forever

its loveliness iscreases; it wil never pass into nothingness

Dia mengatakan, bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pemah berlalu ke ketiadaan. Dari sini kita mengetahui bahwa keindahan hanyalah sebuah konsep yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk. Karena itu dia tidak berbicara langsung mengenai keindahan, akan tetapi sesuatu yang indah.

Dalam puisi yang saya analisis, memuat pendapat Ems Cassirer tentang keindahan menurut pandangan romantik. Menurut saya puisi karya Amir Maruf menggambarkan keindahan dengan tema cinta, terdapat dalam bait

"Ijinkan aku menua bersamamu
Mensenyumi hari-hari yang melambat karena pilu
Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu"

sesaat adalah pelatuk yang meledakkan imajinasi dan imajinasi ini langsung membentuk keindahan..

B. RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung: artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah: teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.

Pada puisi yang saya analisis tidak terdapat dalam bait puisi yang memuat pendapat tentang renungan

(a). TEORI PENGUNGKAPAN

Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.

Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris "aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic". Beliau antara lain menyatakan bahwa "art is expression of impressions" (Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individuil yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasman:ah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.

Dalam puisi yang saya analisis, unsur teori pengungkapan yang dikemukakan oleh filsuf Italia terkenal yaitu Benedeto Croce adalah pengungkapan yang menghasilkan gambaran/ angan-angan. Seperti puisi ini penyair berangan-angan untuk dapat berjodoh dengan orang yang ia cintai.

"Ooo kau tau
Bahwa yang dinanti dunia dari pohon iman kita adalah rasa manis
buahnya
Maka ijinkanlah.....
Aku menempatkan namamu dihatiku selekas-lekasnya"

(b). TEORI METAFISIK

Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita duniawi Sebagai contoh Plato mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi, asli dan indah sempuma ciptaan Tuhan. Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang merupakan ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhimya seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara Republik yang ideal menurut Plato.

Dalam jaman modem suatu teori seni lainnya yang juga bercorak metafisis dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita. Dan realita yang sejati adalah suatu keinginan (will) yang sementara. Dunia obyektif sebagai ide hanyalah wujud luar dari keinginan itu. Selanjutnya ide-ide itu mempunyai perwujudan sebagai benda-benda khusus. Pengetahuan sehari-hari adalah pengetahuan praktis yang berhubungan dengan benda-benda itu. Tapi ada pengetahuan yang lebih tinggi kedudukannya, yakni yang diperoleh bilamana pikiran diarahkan kepada ide-ide dan merenungkannya demi ide-ide itu sendiri. Dengan melalui perenungan semacam ini lahirlah karya seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda disekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat unsur tentang teori metafisik.

(c). TEORI PSIKOLOGIS

Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.

Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat unsur tentang teori psikologis.

C. KESERASIAN

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan. ukuran dan seimbang.

Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian harus dipadukan wamanya bagian atas dengan bagian bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cara memadu itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Sebaliknya, bila serasi benar akan membuat orang puas karenanya. Atau orang yang berkulit hitam kurang pantas bila memakau baju wama hijau, karena wama itu justru menggelapkan kulitnya.

Pertentanganpun menghasilkan keserasian. Misalnya dalam dunia musik, pada hakekatnya irama yang mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut.

Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat unsur kerasian yang nampak

Sekian analisis puisi dari saya, apabila kesalahan penulisan, kata dan kalimat yang membuat pembaca tersinggung, penulis memohon maaf. Penulis sadar akan kekurangan dan jauh dari kata kesempurnaan, untuk itu penulis juga membuka kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan kelancaraan di artikel dan tugas berikutnya. Terimakasih

Johan




Daftar Pustaka

Nugroho, Widyo dan Muchji, Achamad. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Univesitas Gunadarma

Maruf, Amir. 2019. Pertemuan Yang Dinantikan : Kumpulan Sajak. Bandung: Goldenyouth Publishing

Zuchdi, Darmiyati dan Afifah, Wiwiek. 2019. Analisis Konten, Etnografi & Grounded Theory, dan Hermeneutika Dalam Penelitian. Jakarta : PT Bumi Aksara


Komentar

Postingan Populer