Amir Maruf Memberitahu Unsur Keindahan Kepada Kita Melalui Puisi Berjudul Ijinkan
Abstrak
A.
KEINDAHAN
Kata
keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek,
dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni,
pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, wama,
dan sebaginya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas
keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi,
sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan
merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan
manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan
adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah
keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya
tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak
indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasamya tidak
benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran
menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna
sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
a. APAKAH KEINDAHAN ITU ?
Sebenamya
sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu
konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu
baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu
karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan
dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi. Jadi,
sulit bagi kita jika berbicara mengenai keindahan. tetapi jelas bagi kita jika
berbicara mengenai sesuatu yang indah. Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru
berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam, tubuh
yang molek, film, nyanyian.
Dalam puisi yang saya analisis untuk unsur keindahan sangat sedikit, hanya nampak pada bait yang sama tentang pemandangan alam yaitu dalam bait :
Menurut
The Liang Gie dalam bukunya "Garis besar estetika". Menurut asal
katanya. dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata
"beutiful" dalam bahasa Perancis "beau", sedang Italia dan
spanyol "bello" berasal dari kata latin "bellum". Akar
katanya adalah "bonum" yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai
bentuk pengecilan menjadi "bonellum" dan terakhir diperpendek
sehingga ditulis "bellum
Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat unsur keindahan yang dikemukakan oleh The Liang Ghe.
Menurut
cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita
abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam
bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful
(benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu
kadang-kadang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut
luasnya pengertian, yakni :
a)
keindahan dalam arti yang luas
b) keindahan
dalam arti estetis mumi
c)
keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagi sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya 'symmetria' untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur ) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
keindahan seni
keindahan alam
keindahan moral
keindahan intelektual
Keindahan
dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam
hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti
terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang
dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan wama.
Pada puisi yang saya analisis tidak terdapat pendapat tentang unsur keindahan dalam arti estites murni yang menyangkut tentang pengalaman estetis penyair. Sedangkan untuk unsur keindahan dalam arti terbatas yang menyangkut tentang keindahan berupa bentuk dan warna terdapat dalam bait :
"Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu"b.
NILAI ESTETIK
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti hal nya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Pada puisi yang saya analisis, tidak terdaapt unsur nilai estetik seperti nilai moral, ekonomik, pendidikan, dsb yang disampaikan oleh The Liang gie.
Masalahnya
sekarang ialah: apakah nilai estetik itu ? dalam bidang filsafat, istilah nilai
seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan
(worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related
sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai
berikut :
"The
believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any
abject which causes it to be on interest to an individual or a group". (
kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan
manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau
sesuatu golongan).
Dalam puisi yang saya analisis, terdapat unsur nilai estetik yang sifatnya dapat menarik minat seseorang yaitu tentang cinta, rasa cinta penyiar yang tertarik dengan orang yang ia sukai, terdapat dalam bait :
Nilai
ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk
sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang
bersifat sebagai alat atau membantu.. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari
benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan
benda itu sendiri. Contoh :
(1)
puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu
disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca
melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
(2)
Tari, tarian Damarwulan-minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan
segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya.
Tarian
itu merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh
tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
Unsur dari nilai ekstrinsik yaitu nilai yang bersifat membantu, puisi yang saya analisis termasuk ke dalam nilai ekstrinsik karena penyair ingin membantu pada pembaca agar dapat berjuang dalam hal mencari cinta.
c.
KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
Keindahan
dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan
pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi
adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi
adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati
sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar
diri manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang
indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat, mendengar. Bentuk
diluar diri manusia itu berupa karya budaya yaitu karya seni lukis, seni suara,
seni tari, seni sastra, seni drama dan film, atau berupa ciptaan Tuhan misalnya
pemandangan alam, bunga warna-wami, dan lain-lain.
Apabila
kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi
itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu
merupakan faktor pendorong utuk merasakan, menikmati keindahan. Karena drajad
kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan
terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda. Mungkin orang yang satu
mengatakan karya seni itu indah, tetapi orang lain mengatakan karya seni itu
tidak/kurang indah, karena selera seni berlainan.
Dalam puisi yang saya analisis ini terdapat unsur komtemplasi dan ekstansi karena puisi ini dapat memikat orang agar mau melihat dan mendengar, serta mendorong orang untuk merasakan dan menikmati keindahan karya sastra seperti bait - bait dalam puisi, contohnya bait :
d. APA
SEBAB MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN ?
Keindahan
itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa
keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula
kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya,
justru tidak indah. Bila ada pemain drama yang berlebih-lebihan; misalnya marah
dengan meluap-luap padahal masalahnya kecil, atau karena kehilangan sesuatu
yang tidak berharga kemudiah menangis meraung-raung, itu berarti tidak indah.
e.
KEINDAHAN MENURUT PANDANGAN ROMANTIK
Dalam
buku AN Essay on Man (1954), Ems Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak
bisa pemah selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, kita dapat menggunakan
kata-kata penyair romantik John Keats (1795-1821) sebagai pegangan. Dalam
Endymion dia berkata :
A thing
of beuty is a joy forever
its
loveliness iscreases; it wil never pass into nothingness
Dia
mengatakan, bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya,
kemolekannya bertambah, dan tidak pemah berlalu ke ketiadaan. Dari sini kita
mengetahui bahwa keindahan hanyalah sebuah konsep yang baru berkomunikasi
setelah mempunyai bentuk. Karena itu dia tidak berbicara langsung mengenai
keindahan, akan tetapi sesuatu yang indah.
Dalam puisi yang saya analisis, memuat pendapat Ems Cassirer tentang keindahan menurut pandangan romantik. Menurut saya puisi karya Amir Maruf menggambarkan keindahan dengan tema cinta, terdapat dalam bait :
sesaat
adalah pelatuk yang meledakkan imajinasi dan imajinasi ini langsung membentuk
keindahan..
B.
RENUNGAN
Renungan
berasal dari kata renung: artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan
sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung
untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah: teori
pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.
Pada puisi yang saya analisis tidak terdapat dalam bait puisi yang memuat pendapat tentang renungan
(a).
TEORI PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
Tokoh
teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce
(1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris
"aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic". Beliau
antara lain menyatakan bahwa "art is expression of impressions" (Seni
adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah sama dengan intuition.
Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan
tentang hal-hal individuil yang menghasilkan gambaran angan-angan (images).
Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti
misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti
menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasman:ah keluar.
Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran
angan-angan.
Dalam puisi yang saya analisis, unsur teori pengungkapan yang dikemukakan oleh filsuf Italia terkenal yaitu Benedeto Croce adalah pengungkapan yang menghasilkan gambaran/ angan-angan. Seperti puisi ini penyair berangan-angan untuk dapat berjodoh dengan orang yang ia cintai.
(b).
TEORI METAFISIK
Teori
seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni
berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik
filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato
mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan
metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi
sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi
ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni
yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita duniawi
Sebagai contoh Plato mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi, asli dan indah
sempuma ciptaan Tuhan. Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat ranjang
dari kayu yang merupakan ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhimya seniman
meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya
seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran
atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga
dari negara Republik yang ideal menurut Plato.
Dalam
jaman modem suatu teori seni lainnya yang juga bercorak metafisis dikemukakan
oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu
bentuk dari pemahaman terhadap realita. Dan realita yang sejati adalah suatu
keinginan (will) yang sementara. Dunia obyektif sebagai ide hanyalah wujud luar
dari keinginan itu. Selanjutnya ide-ide itu mempunyai perwujudan sebagai
benda-benda khusus. Pengetahuan sehari-hari adalah pengetahuan praktis yang
berhubungan dengan benda-benda itu. Tapi ada pengetahuan yang lebih tinggi
kedudukannya, yakni yang diperoleh bilamana pikiran diarahkan kepada ide-ide
dan merenungkannya demi ide-ide itu sendiri. Dengan melalui perenungan semacam
ini lahirlah karya seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan
perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda disekelilingnya
dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.
Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat unsur tentang teori metafisik.
(c).
TEORI PSIKOLOGIS
Teori-teori
metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan
konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak
memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam
abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam
pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya
berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah
pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya
seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar
dari keinginan-keinginan itu.
Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat unsur tentang teori psikologis.
C.
KESERASIAN
Keserasian
berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar,
dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan,
pertentangan. ukuran dan seimbang.
Dalam
pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian harus dipadukan wamanya bagian
atas dengan bagian bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cara memadu
itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Sebaliknya, bila serasi benar
akan membuat orang puas karenanya. Atau orang yang berkulit hitam kurang pantas
bila memakau baju wama hijau, karena wama itu justru menggelapkan kulitnya.
Pertentanganpun
menghasilkan keserasian. Misalnya dalam dunia musik, pada hakekatnya irama yang
mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek, dan
keras lembut.
Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat unsur kerasian yang nampak
Komentar
Posting Komentar