Teruntuk Kamu Pejuang Cinta, puisi "Ijinkan" karya Amir Maruf ini Cocok Untuk Dibaca
Abstrak
Tujuan dari menganalisis puisi ini adalah untuk mengetahui hubungan antara manusia dan cinta kasih yang terkandung dalam salah satu puisi karya Amir Maruf berdasarkan materi Manusia dan Cinta Kasih. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan isi dari puisi yang di analisis dengan memaparkan unsur yang terdapat dalam materi Manusia dan Cinta Kasih. Sampel puisi yang saya analisis ini adalah puisi berjudul "IJINKAN", puisi ini terdapat dalam buku "Pertemuan Yang Dinanti : Kumpulan Sajak karya Amir Maruf. Materi yang dipakai untuk menganalisis adalah Buku Ilmu Budaya Dasar Bab. 4 Manusia dan Cinta Kasih. Hasil analisis yang saya dapat dari puisi "Ijinkan" adalah memiliki beberapa keterkaitan dengan materi Manusia dan Cinta Kasih diantaranya : 1). Pengertian cinta kasih menurut W.J.S.Poerwadarminta, Dr. Sarlito W. Sarwono, 2). Cinta menurut ajaran agama yaitu cinta kepada sesama manusia, 3). Kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia karangan W.J.S.Poerwadarminta, 4). Pemujaan. Kesimpulan yang didapat setelah menganalisis puisi "Ijinkan" karya Amir Maruf adalah puisi memuat sebuah perjuangan seseorang untuk mendapat/menemukan pujaan hati yang ia dambakan, penulis juga menyisipkan sedikit amanah dalam puisi ini yaitu disetiap usaha yang kita lakukan harus juga di iringi dengan do'a. Dalam puisi yang saya analisis menggunakan materi Bab. 4 Manusia dan Cinta Kasih ada beberapa yang berkaitan dan tidak berkaitan dengan unsur - unsur dalam materi Manusia dan Cinta Kasih.
"IJINKAN"
Karya : Amir Maruf
"Ijinkan aku datang mengetuk pintu yang lama kau jaga
lalu persilahkan aku masuk agar kau bisa mengenalku apa adanya
Jika ada pengharapan baik yang terbangun, maka biarkan mengalir kemuaranya
Dan mohonkan agar Allah SWT yang menjaga supaya tak pecah
seperti sebelum-sebelumnya
Ijinkan aku minta
Agar kau tak menanggung beban perjalan itu sendiri selamanya
Ada bahu tempat kau sandarkan dukalara
Ada telinga tempat kau bercerita
Ada hati tempat kau membagi bahagia
Dan semoga Allah SWT sampaikan mimpi kebersamaan itu menjadi
nyata
Ijinkan aku menua bersamamu
Mensenyumi hari-hari yang melambat karena pilu
Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu
Ooo kau tau
Bahwa yang dinanti dunia dari pohon iman kita adalah rasa manis
buahnya
Maka ijinkanlah.....
Aku menempatkan namamu dihatiku selekas-lekasnya"
Analisa :
A. PENGERTIAN CINTA KASIH
Menurut kamus bahasa indonesia W.J.S Poerwa Darminta. Cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan, kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Maka, pengertian cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta kepada sesorang. Dan, cinta kasih bisa juga diartikan sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang dan juga disertai dengan menaruh belas kasih.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
"Ijinkan aku datang mengetuk pintu yang lama kau jaga
lalu persilahkan aku masuk agar kau bisa mengenalku apa adanya
Jika ada pengharapan baik yang terbangun, maka biarkan mengalir kemuaranya"
Dalam bait di atas dari puisi yang telah saya analisis, penyair ingin menggambarkan/ menyampaikan rasa suka dan cinta kepada wanita yang ia sukai.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan penteliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Detnikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam puisi yang telah saya analisis tidak ada dalam bait puisi yang memuat tentang pendapat diatas.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan fomal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-lainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya . Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut yang menunjukkan segitiga cinta.
"Ijinkan aku minta
Agar kau tak menanggung beban perjalan itu sendiri selamanya
Ada bahu tempat kau sandarkan dukalara
Ada telinga tempat kau bercerita
Ada hati tempat kau membagi bahagia"
Dalam unsur keterikatan yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito, bait ini terdapat unsur yang memuat bahwa penyair ingin mencintai orang itu lebih dari apapun, ingin agar orang yang ia cintai tidak menanggung beban sendirian dan ada tempat untuk berbagi kebahagiaan artinya penyair ada ketertarikan orang yang ia cintai.
Selanjutnya Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan, bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal lain dari pada partnerya.
"Ijinkan aku menua bersamamu
Mensenyumi hari-hari yang melambat karena pilu
Melewati senja-senja jingga dengan memanggul kebaikan selalu"
Dalam puisi tidak jelas seberapa kuatnya cinta dari penyair, namun ia ingin mencintai orang yang dikasihinya sampai menua sudah menunjukkan kuatnya rasa cinta kepada orang yang ia cintai.
B. CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya atau ALLAH dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa didapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
Dalam Ajaran agama terdapat juga cinta terhadap sesama manusia, penyair juga membuat tokoh dalam puisi ini jatuh cinta kepada lawan jenisnya, dia juga berharap agar Tuhan mau menjaga seseorang yang ia cintai dan bisa berjodoh, terdapat dalam bait :
"Jika ada pengharapan baik yang terbangun, maka biarkan mengalir kemuaranya
Dan mohonkan agar Allah SWT yang menjaga supaya tak pecah
seperti sebelum-sebelumnya"
Cinta diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kabaikan pada dirinya. Sebailiknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri. Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya. Al-Quran telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
Dalam puisi yang saya analisis, tidak terdapat pendapat tentang cinta diri.
Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintannya pada diri sendiri dan egoismenya. Pun hendaknya, ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan dan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilan dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya setelah itu allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakan sholat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan allah.
Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya pada orang lain dan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
Al-Quran juga menyeru kepada orang-orang yan beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebih-lebihan dala mencintai diri sendiri.
Dalam puisi yang saya analisis, penyair mengungkapkan perasaan cinta terhadap sesama manusia, lebih tepatnya lawan jenis yang ia suka dan cintai, terdapat dalam bait :
"Ijinkan aku datang mengetuk pintu yang lama kau jaga
lalu persilahkan aku masuk agar kau bisa mengenalku apa adanya
Jika ada pengharapan baik yang terbangun, maka biarkan mengalir kemuaranya"
Cinta Seksual
Cinta erat kaitanya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerjasama antara suami dan istri. Ia merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga. Dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi pun menjadi ramai, bangsa-bangsa saling kenal mengenal, kebudayaan berkembang dan ilmu pengetahuan dan industry menjadi maju. Islam mengakui dorongan seksual dan tidak mengingkarinya. Jelas dengan sendirinya ia mengaku pula cinta seksual yang menyertai dorongan tersebut. Sebab ia merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak diingkari. Tidak ditentang atupun ditekannya. Yang diserukan islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini, lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara yang sah, yaitu dengan perkawinan.
Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat pendapat tentang cinta seksual, karena penyair baru mengungkapkan perasaan dan belum sah menjadi suami istri.
Cinta Kebapakan
Meningat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjaln oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya, maka para ahli jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan phikis. Dorongan ini Nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya. Sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan factor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia. Ini terlihat jelas dalam doa zakaria as, yang memohon pada allah semoga ia dikarunia seorang anak yang akan mewarisinya dan mewarisi keluarga ya’qub .
Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat tentang cinta kebapakkan.
Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada allah dan kerinduannya kepada-nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian dan doannya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-nya.
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah maha pengampun lagi maha penyayang" (QS, Ali Imran, 3:31)
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kchidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan, semua mahluk Allah dan seluruh alam semesta. Sebab dalam pandangannya semua wujud yang ada di sekelilingnya mempunyai manifestasi dari Tuhannya yang membangkitkan kerinduan-kerinduan spiritualnya dan harapan kalbunya.
Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat tentang cinta kepada Allah.
Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempuma bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Scorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan mencintai Raşulullah yang telah menanggung derita dakwah Islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga Islam tersebar di seluruh penjuru dunia, dan membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.
Dalam puisi yang saya analisis tidak terdapat unsur cinta terhadap Rasul.
C. KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwadamminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percintaan muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka di dalarn berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.
Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya. saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya unsur tanggung jawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu. Kasih sayang yang tidak disertai kejujuran, terancamlah kebahagiaan rumah tangga itu.
Yang dapat merasakan kasih sayang bukan hanya suami atau istri atau anak-anak yang telah dewasa, melainkan bayi yang masih merahpun telah dapat merasakan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Bayi yang masih merah telah dapat mengenal suara atau sentuhan tangan ayah ibunya. Bagaimana sikap ibunya memegang/menggendong telah dikenalnya. Hal ini karena sang bayi telah mempunyai kepribadian.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Dalam puisi yang saya analisis ini, penyair mengungkapkan rasa kasih sayang dan cintanya pada seseorang yang ia cintai, terdapat dalam bait :
"Ijinkan aku minta
Agar kau tak menanggung beban perjalan itu sendiri selamanya
Ada bahu tempat kau sandarkan dukalara
Ada telinga tempat kau bercerita
Ada hati tempat kau membagi bahagia"
D. KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.
Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.
Dalam puisi karya Amir Maruf yang saya analisis, tidak terdapat kemesraan dalam puisi ini. Itu dikarenakan penyair yang menggambarkan belum mempunyai hubungan resmi dengan seseorang yang telah ia cintai itu, jadi tidak nampak kemesraan apa terjadi antara pasangan pria dan wanita tersebut.
E. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur segala, bila manusia mengabaikan perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memuja-Nya. Dalam surat Al-Mu’minin ayat 98 dinyatakan: “Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya Tuhanku, dari kehadiran-Nya di dekatku”. Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta alam semesta termasuk pencipta manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Sholat di rumah, masjid, sembahyang di pura, di candi, di gereja, bahkan ditempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan. Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dan lain-lain.
Berdasarkan puisi karya Amir Maruf yang saya analisis tersebut terdapat unsur pemujaan berupa kalimat memohon dan meminta kepada sang Pencipta agar bisa dikabulkan keinginannya. Terdapat dalam bait :
"Dan mohonkan agar Allah SWT yang menjaga supaya tak pecah
seperti sebelum-sebelumnya"
"Dan semoga Allah SWT sampaikan mimpi kebersamaan itu menjadi
nyata"
F. BELAS KASIHAN
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian.
Dalam surat Yohanes dijlaskan ada tiga macam cinta. Cinta agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. Dan ketiga cinta amor ataue eros ialah cinta antara pria dan wanita. Perbedaan antara cinta eros dan amor ini adalah cinta eros sebagai kodrati sebagai laki-laki dan perempuan, sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu cinta terhadap sesama. Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, dan cinta kepada Tuhan. Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya atau sebagainya.
Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Kemudian apa bedanya Rahmah dengan Rahman? Kalau Rahman ada unsur memberi. Misalnya seseorang memusuhi kita, tetapi kita tidak membalasnya, malahan kita jadikan dia sebagai teman baik. Jadi pengertian rahmah adalah kita menaruh perhatian (simpati) terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya. Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan, sehingga menyebabkan rusak (menjerumuskan), maka hal itu disebut memanjakan.
Dalam puisi karya Amir Maruf yang saya analisis, tidak terdapat unsur Belas Kasihan yang nampak.
G. CINTA KASIH EROTIS
Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Walaupun terdapat perbedaan besar antara kedua jenis tersebut, kedua-duanya mempunyai persamaan bahwa pada hakekatnya cinta kasih tidak terbatas kepada seseorang saja. Bila saya kasihi saudara saya, semua anak saya, disamping itu bahkan saya kasihi semua anak-anak yang membutuhkan saya. Berlawanan dengan kedua jenis cinta kasih tersebut ialah cinta kasih erotis, yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat ekslusif bukan uiversal., dan juga barangkali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali dicampur baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Untuk mereka intimitas atau kemesraan itu terutama diperoleh dengan cara hubungan seksual.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, tetapi sekali-kali ukan merupakan nafsu fisis belaka, untuk meredakan ketegagan yang menyakitkan. Keinginan seksual degan udah dapat dicampuri oleh tiap-tiap eprasaan yag mendalam, sedangkan cinta kasih merupakan satu diantaranya. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untukbersatu secara seksual. Daya tarik seksual untuk sementara waktu menimbulkan khayalan penyatuan.
Dalam isi puisi karya Amir Maruf tersebut, tidak nampak sama sekali unsur Cinta Kasih Erotis atau keintiman.
Sekian analisis puisi dari saya, apabila kesalahan penulisan, kata dan kalimat yang membuat pembaca tersinggung, penulis memohon maaf. Penulis sadar akan kekurangan dan jauh dari kata kesempurnaan, untuk itu penulis juga membuka kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan dan kelancaraan di artikel dan tugas berikutnya. Terimakasih
Johan
Referensi
Nugroho, Widyo dan Muchji, Achamad. 1991. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Univesitas Gunadarma
Maruf, Amir. 2019. Pertemuan Yang Dinantikan : Kumpulan Sajak. Bandung: Goldenyouth Publishing
R, Wardianti. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Komentar
Posting Komentar