Vclass ke-6 M12 : Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Hallo guys, kembali lagi bersama saya Johan dari kelas 1IA28. Wah minggu ke-11 kemarin saya dan mahasiswa Gunadarma lainnya dihadapkan dengan Ujian Tengah Semester. Pada UTS yang saya ikuti berjalan dengan lancar walau ada kendala seperti Vclass sebagai wadah UTS mengalami lagging ketika ingin mengganti soal berikutnya butuh waktu yang agak lama. Kalau untuk soalnya ada yang mudah, ada juga yang susah hehehehe, untuk soal UTS Ibu Pipit Fitriyah selaku dosen pengampu mata kuliah ISD sendiri saya rasa gampang-gampang susah yah, tergantung bagaimana kita mencermati soal yang diberikan dan seberapa keras kita sudah berusaha.
Pada artikel ini tidak terasa sudah masuk di Vclass ke-6 di minggu ke-12, disini saya akan sedikit membahas tentang materi yang diberikan yaitu Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat. Pada vclass yang telah diupload saya juga telah mengisi quiz yang diberikan oleh Ibu Pipit Fitriyah, menurut saya tidak ada kendala yah, dikarenakan jawabannya sudah ada di materi yang sudah diberikan tersebut.
- Apa sih itu Pelapisan Sosial ?
- Faktor - Faktor terjadinya pelapisan sosial :
- Terjadi dengan sendirinya, proses ini berjalan dengan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat, orang yang menduduki posisi tertentu bukan atas kesengajaan tetapi secara otomatis misalnya karena usia tua, kepandaian lebih, memiliki bakat seni, sakti dll.
- Terjadi dengan sengaja untuk mengejar tujuan bersama. Dalam pelapisan ini ditentukan secara jelas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang. Sistem pelapisan yang dibentuk dengan sengaja ini dapat dilihat dalam organisasi pemerintahan, partai politik, persahaan besar, perkumpulan resmi dan lain-lain.
Di Papua, seperti tempat tinggal saya di Teluk Bintuni, tidak jarang ditemui bahwa perempuan bekerja lebih keras dari pada laki-laki. Dalam hal ini, perempuan yang bekerja secara kasar untuk menggarap hasil kebun/ ladang yang sudah ditanami sebelumnya. Dan ketika panen, saya biasa melihat hasil panen di masukkan kedalam sebuah noken (tas yang terbuat dari kain wol yang ditenun ataupun yang terbuat dari akar pohon) lalu digendong dengan tumpuan di dahi/kepala ataupun lengan dekat leher. Dan biasanya laki-lakinya bekerja sudah modern, seperti di kantor-kantor dikarenakan pendidikan laki-laki dipapua biasanya lebih tinggi dibanding perempuannya, hal ini disebut Kesetaraan Gender.
![]() |
| Mama papua menggendong barang dengan noken Sumber : liat foto disini |
Kemudian ada stratifikasi yang terjadi secara alami adalah stratifikasi sosial yang terjadi pada masyarakat kerajaan, di mana orang yang berasal dari keturunan kerajaan akan berada dalam kasta yang paling tinggi. Saya juga pernah menonton channel youtube Turah Parthayana, dijelaskan oleh ia bahwa terjadi pelapisan sosial dengan status sebagai :
- Kasta brahmana merupakan kasta yang memiliki kedudukan tertinggi, dalam generasi kasta brahmana ini biasanya akan selalu ada yang menjalankan kependetaan.
- Kasta Ksatriya merupakan kasta yang memiliki posisi yang sangat penting dalam pemerintahan dan politik tradisional di Bali, karena orang-orang yang berasal dari kasta ini merupakan keturuna dari Raja-raja di Bali pada zaman kerajaan.
- Kasta Waisya merupakanmasyarakat yang berasal dari keturunan abdi-abdi kepercayaan Raja, prajurit utama kerajaan, namun terkadang ada juga yang merupakan keluarga Puri yang ditempatkan diwilayah lain dan diposisikan agak rendah dari keturunan asalnya karena melakukan kesalahan sehingga statusnya diturunkan.
- Kasta Sudra (Jaba) merupakan kasta yang mayoritas di Bali, namun memiliki kedudukan sosial yang paling rendah. Kemudian ada pernikahan yang melibatkan dengan adanya perbedaan antara kasta tinggi dengan kasta rendah, contohnya :
a. Kasta istri lebih rendah dari kasta suami. Pernikahan beda kasta ini-lah yang sudah sering terjadi di Bali. Pernikahan semacam ini biasanya memberikan kebanggaan tersendiri bagi keluarga perempuan, karena putri mereka berhasil mendapatkan pria dari kasta yang lebih tinggi. Dan secara otomatis kasta sang istri juga akan naik mengikuti kasta suami. Tetapi, sang istri harus siap mendapatkan perlakuan yang tidak sejajar oleh keluarga suami.
b. Kasta istri tinggi dari kasta suami. Pernikahan beda kasta seperti ini sangat dihindari oleh penduduk Bali. Karena pihak perempuan biasanya tidak akan mengijinkan putri mereka menikah dengan lelaki yang memiliki kasta lebih rendah. Maka dari itu, biasanya pernikahan ini terjadi secara sembunyi-sembunyi atau biasa disebut sebagai "ngemaling" atau kawin lari sebagai alternatifnya. Kemudian, perempuan yang menikahi laki-laki yang berkasta lebih rendah akan mengalami turun kasta mengikuti kasta suaminya, yang disebut sebagai "nyerod".
Kemudian ada pelapisan sosial berdasarkan ras, contoh ini yang saya rasa cukup banyak terjadi belakangan ini dan tentunya juga sudah masuk ke media sosial dan menjadi perbincangan banyak orang. Masalah ini sudah ada sejak lama, contohnya saja perbedaan ras di Amerika sana. Perbedaan warna kulit kadang membuat seseorang digolongkan dan diberlakukan berbeda dengan kelompok yang mendominasi disebut sebagai rasisme. Di Amerika kulit putih dianggap lebih tinggi status sosialnya dibanding dengan orang kulit hitam. Pelapisan sosial ini menimbulkan banyak masalah atau konflik di lingkungan masyarakat.
Sekian pembahasan saya tentang Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat, apabila ada kesalahan kata dan penulisan yang dapat membuat pembaca sekalian tersinggung, penulis mohon maaf. Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.
Johan

Komentar
Posting Komentar